ki ageng ngeleng
Zaman dahulu ada sebuh desa yang bernama desa Nggermo. Disana tingal seorang petani yang bernama Ki Ageng Nggermo yang juga seorang warok . Ketika ia mencari air untuk mengairi sawah di desanya. Ia mencari air dari sarangan lalu di alirkan ke desanya. Ketika air itu melewati kali yang berada di desa sumber agung, air itu di gunakan ki ageng ngeleng untuk mengairi sawahnya. Ki Ageng Nggermo tidak terima”hei kau jangan gunakan air ku tanpa izinku”kata Ki Ageng Nggermo. Kemudian Ki Ageng Ngeleng tidak terima bahwa ia telah mencuri air Ki Ageng Nggermo.
Ki Ageng Ngeleng berkata” air ini melewati desa ku, jadi air ini miliku!”. Kemudian Ki Ageng Nggermo menjawab” ini airku, aku yang mengalirkanya dari sarangan enak saja kau mengambilnya tanpa seizinku”.
”tidak bisa air ini airku, jadi aku berhak menggunakanya!”kata Ki Ageng Ngeleng . kemudian Ki Ageng Nggermo membuat perjanjian ”begini saja barang siapa yang kuat tidak tidur dan menunggu air tersebut maka selama itu ia mendapat airnya” kata ki Ageng Nggermo.”baiklah kalau begitu aku setuju” Ki Ageng Ngeleng .
Ketika tengah malam Ki Ageng Ngeleng tidak sengaja tertidur dan inilah kesempatan untuk Ki Ageng Nggermo untuk mengambil airnya kembali, Kemudian ia alirkan air tersebut ke sawahnya. ketika air tersebut hampir sampai ke desa Ki Ageng Nggermo, Ki Ageng Ngeleng terbangun. Ia terkaget karena air yang menuju ke sawahnya kering, kemudian ia mengikuti kemana aliran air itu mengalir. Ketika sampai di depan desa ia melihat Ki Ageng Nggermo sedang mengairi sawahnya.”awas kau Nggermo ! akan ku alihkan air ini agar sawahmu tidak mendapat air”kata Ki Ageng Ngeleng.
Karena Ki Ageng Ngeleng adalah seorang warok ia mengeluarkan aji-aji dan air yang semula mengalir ke sawah Ki Ageng Nggermo kini tembus melewati tanah dan tembus di akhir desa nggermo. Ki Ageng Nggermo pun kaget dan ia melihat Ki Ageng Ngeleng berada di depan desa Nggermo, kemudian ia mengahampirinya” hai aku tau semua ini perbuatan mu, awas kau!”kata Ki Ageng Nggermo. “memang benar ini perbuatan ku”kata Ki Ageng Ngeleng .
Perkelahian antar warok pun terjadi, Ki Ageng Nggermo mengeluarkan pusakanya dan mengarahkan kearah Ki Ageng Ngeleng . Ki Ageng Ngeleng mengeluarkan aji-ajinya untuk menahan kekuatan pusaka Ki Ageng Nggermo. Beberapa saat kemudian keduanya mengeluarkan aji-aji terampuh dan kekuatanya seimbang. Ki Ageng Nggermo dan Ki Ageng Ngeleng terpental kebelakang, mereka kehabisan tenaga dan pada akhirnya mereka pun berdamai.
Beberapatahun kemudia seseorang yang bernama Eyang Kasan Raji membuat talangan (jalan air) untuk mengaliri seluruh desa di sekitarnya dan agar tidak ada yang saling berebut air. Eyang kasan raji ialah seorang petapa yang bersemedi di sekitar kali tersebut. Kemudian ia menyuruh salah satu parewanganya yang bernama Ki Sabuk Alu untuk menunggu dan menjaga kali tersebut sepanjang masa. Jadi hingga sekarang Ki Sabuk Alu masih menjaga kali yang dinamakan kali sitalang oleh warga sekitar.

Cerita ini tidak logis dan berbau pelecehan. Tolong dihapus di web. kami sebagai seorang keturunan Kyai Ageng Ngeleng tidak terima leluhur kami dijadikan bahan cerita fiksi....Tolong dihapus atau diganti nama yang fiksi juga............
BalasHapusTidak pernah ada cerita dari para sepuh kami bahwa ki ageng ngeleng pernah berkelahi masalah air, atau anda dapat cerita dr mana?tolong disebutkan,kalo memang hanya cerita dr khayalan anda mohon untuk tidak memakai nama ki ageng ngeleng
BalasHapusTidak pernah ada cerita dari para sepuh kami bahwa ki ageng ngeleng pernah berkelahi masalah air, atau anda dapat cerita dr mana?tolong disebutkan,kalo memang hanya cerita dr khayalan anda mohon untuk tidak memakai nama ki ageng ngeleng
BalasHapus